Thursday, July 29, 2010

jendela

di dekat jendela
arus kata-kata dalam otakku mengalir tak terkendali
kadang melompat ke luar ke jalanan
kadang mengunci diri dalam ruangan
kadang hinggap saja di kaca dan menatap ke mana saja dia mau

di dekat jendela
arus kata-kata di kepalaku seperti arus listrik
dia bisa menyalakan lampu di langit-langit
bisa membunyikan radio di meja
bisa menyetrum semua orang yang mendekat ke pintuku

di dekat jendela
arus kata-kata dalam otakku
mengalir tak terkendali
seperti arus listrik
tak bisa kuhentikan

lagu

nyanyikanlah sebuah lagu untukku
nyanyikanlah sebuah lagu meski kau tak punya kata-kata yang indah
nyanyikanlah sebuah lagu meski kau tak punya seruling atau biola

nyanyikanlah untukku sebuah lagu
meski pagi belum merekah benar
meski burung-burung masih enggan berkicau

nyanyikanlah lagumu untukku
agar hangat telingaku mendengar suaramu
agar terangkat jiwaku dalam nadamu

nyanyikanlah sebuah lagu untukku
nyanyikan
nyanyikan saja apa yang sedang berdendang di dalam hatimu