"Yesus, Kau mau lahir di mana?"
begitu kata puisi yang di bacakan waktu malam natal kemarin.
Ini pertanyaan bukan untuk Yesus, tapi untuk para penghuni bumi ini. Dia datang mau mengisi hati manusia tapi ternyata sudah penuh. Tak ada ruang kosong lagi yang bisa dipakai untuk (sekedar) melahirkanNya. Jadi, Dia datang untuk apa? Ibaratnya memasuki rumah yang sudah penuh dengan barang tetek bengek sehingga sesudah melewati pintu tak bisa lagi bergerak. Ibaratnya kita diberi tangan untuk bertepuk, tapi kita tidak mau memberi yang sebelah lagi.
Ibaratnya, "aku sudah memainkan musik tapi kamu tidak menyanyi."
feliz navidad.
Wednesday, December 26, 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)