Wednesday, October 17, 2007

"aku"

Aku mencari kebebasan. Kebebasan dari diriku. Kebebasan atas diriku. Kebebasan bersama diriku. Seterus-terusnya. Selelah-lelahnya. Sebebas-bebasnya. Tapi aku malah tak tahu apa itu diriku. Apa itu “diri”. Dan semua hanyalah pertanyaan. Hanyalah pencarian. Semua adalah “apa”. Rokokku memendek dan makin pendek ketika aku terjebak di tengah “apa”. Maka dapat kusebut itulah kebebasan. Kebebasan yang “apa”. Yang ada tapi “apa”. Alpa. Blank.

Aku tak mau mengakhiri pencarianku. Sebab ketika kutemukan kebebasanku, semua menjadi berlalu begitu saja, seperti angin yang ke sana ke mari tanpa permisi. Semua menjadi tak ada. Tak ada “apa”. Tak ada apa-apa. Dan aku bertemu hanya dengan “aku”.

Friday, October 12, 2007

Novel Hidupku

Setiap lembar adalah kisah, setiap halaman adalah cerita. Halaman hari ini tak dapat dimengerti tanpa lembar hari kemarin (kecuali hari pertama dalam hidupku yang tak kuketahui dengan pasti). Banyak perasaan, peristiwa dan pikiran hari kemarin yang masih terbawa hingga hari ini. Hari ini bukanlah hari ini jika tanpa kemarin. Pagi ini bukanlah pagi jika tanpa malam yang mendahului. Hari kemarin adalah catatan berharga untuk hari ini. Lembar kemarin adalah persiapan untuk lembar hari ini.
Esok adalah harapan, cita-cita, kemungkinan, prediksi, dan PR hari ini. Esok adalah kelanjutan kisah lembar hari ini yang baru selesai kubaca, yang baru selesai kurenungkan. Esok adalah tanda tanya. Tanda tanya itu akan terjawab esok saat aku membuka halaman yang baru.
Tapi hari ini adalah nyata, ada dihadapanku, sedang kulalui, sedang ku perjuangkan.
Novel hidupku suatu saat akan berakhir. Kisahnya akan habis dan riwayatnya akan usai. Tidak ada yang bisa terbaca. Pada saat itu, hidupku telah sempurna. Tidak ada lagi yang kukejar, yang kucari sudah kudapatkan, yang kuperjuangkan sudah kumenangkan. Kapan? Aku hanya bisa menjawabnya esok ketika aku sudah membaca halaman terakhir dalam novelku, dan mendapatkan kata : “tamat”.