"Yesus, Kau mau lahir di mana?"
begitu kata puisi yang di bacakan waktu malam natal kemarin.
Ini pertanyaan bukan untuk Yesus, tapi untuk para penghuni bumi ini. Dia datang mau mengisi hati manusia tapi ternyata sudah penuh. Tak ada ruang kosong lagi yang bisa dipakai untuk (sekedar) melahirkanNya. Jadi, Dia datang untuk apa? Ibaratnya memasuki rumah yang sudah penuh dengan barang tetek bengek sehingga sesudah melewati pintu tak bisa lagi bergerak. Ibaratnya kita diberi tangan untuk bertepuk, tapi kita tidak mau memberi yang sebelah lagi.
Ibaratnya, "aku sudah memainkan musik tapi kamu tidak menyanyi."
feliz navidad.
Wednesday, December 26, 2007
Sunday, November 18, 2007
amo ergo sum
Descartes pernah bilang "aku berpikir maka aku ada" (cogito ergo sum). Keberadaan dirinya sendiri , menurutnya terjadi karena dia berpikir dan menyangsikan segala sesuatu. Tapi, Heidegger bilang "Aku ada maka aku berpikir". Artinya, konsekuensi dari keberadaan dirinya adalah berpikir. Mau tidak mau.
Nah, entah nyambung atau tidak, aku juga berkata "amo ergo sum", aku mencintai maka aku ada.
aku memang sudah ada meski aku belum bisa mencintai. Tapi ketika aku tidak mencintai ketika aku sudah bisa melakukannya, aku seperti bangkai yang berjalan. Bau busuk. Betapa matinya dunia orang hidup ini ketika tidak ada cinta di dalamnya. Ketika aku sudah bisa mencintai, aku mencintai segala sesuatu yang tak kumengerti : hidupku, harapanku. Dan memang itulah yang membuatku ada. Bukan sekedar ada tetapi "ada".
Entahlah, aku memang baru tertarik untuk bicara tentang cinta. ah, amo ergo sum
Nah, entah nyambung atau tidak, aku juga berkata "amo ergo sum", aku mencintai maka aku ada.
aku memang sudah ada meski aku belum bisa mencintai. Tapi ketika aku tidak mencintai ketika aku sudah bisa melakukannya, aku seperti bangkai yang berjalan. Bau busuk. Betapa matinya dunia orang hidup ini ketika tidak ada cinta di dalamnya. Ketika aku sudah bisa mencintai, aku mencintai segala sesuatu yang tak kumengerti : hidupku, harapanku. Dan memang itulah yang membuatku ada. Bukan sekedar ada tetapi "ada".
Entahlah, aku memang baru tertarik untuk bicara tentang cinta. ah, amo ergo sum
Wednesday, November 7, 2007
Perputaran
Sudahlah. Tak usah kucari-cari makna yang serba semrawut dan ngalor ngidul tanpa kejelasan. Hidup sudah mengalir demikian indah dengan liku-liku yang begitu mengagumkan. Dunia sudah berputar sedemikian teratur : bumi yang diputari bulan mengelilingi matahari 365 kali dalam setahun bersama planet-planet lain yang lebih lambat atau lebih cepat daripada bumi ; galaksi bima sakti, entah mengelilingi sesuatu entah tidak, bergerak dan beraktivitas, apapun bentuknya. Dan aku, yang berdiri pada satu titik dalam semesta itu, mempunyai raga di mana beberapa hal di dalamnya juga berputar : darahku mengalir tanpa henti, nafasku (entah apa yang harus kukatakan tentangnya), proton-elektron-neutron tubuhku (yang belum pernah kulihat) juga berputar. Aku yang hanya titik dan mahasemesta yang luas ini mempunyai harmoni yang tak kupahami sendiri : perputaran. Maka kukatakan tadi, hidup ini sudah pada dirinya, dengan sendirinya. Tanpa harus dipahami maknanya. Tanpa harus dimengerti alurnya.
Wednesday, October 17, 2007
"aku"
Aku tak mau mengakhiri pencarianku. Sebab ketika kutemukan kebebasanku, semua menjadi berlalu begitu saja, seperti angin yang ke sana ke mari tanpa permisi. Semua menjadi tak ada. Tak ada “apa”. Tak ada apa-apa. Dan aku bertemu hanya dengan “aku”.
Friday, October 12, 2007
Novel Hidupku
Setiap lembar adalah kisah, setiap halaman adalah cerita. Halaman hari ini tak dapat dimengerti tanpa lembar hari kemarin (kecuali hari pertama dalam hidupku yang tak kuketahui dengan pasti). Banyak perasaan, peristiwa dan pikiran hari kemarin yang masih terbawa hingga hari ini. Hari ini bukanlah hari ini jika tanpa kemarin. Pagi ini bukanlah pagi jika tanpa malam yang mendahului. Hari kemarin adalah catatan berharga untuk hari ini. Lembar kemarin adalah persiapan untuk lembar hari ini.
Esok adalah harapan, cita-cita, kemungkinan, prediksi, dan PR hari ini. Esok adalah kelanjutan kisah lembar hari ini yang baru selesai kubaca, yang baru selesai kurenungkan. Esok adalah tanda tanya. Tanda tanya itu akan terjawab esok saat aku membuka halaman yang baru.
Tapi hari ini adalah nyata, ada dihadapanku, sedang kulalui, sedang ku perjuangkan.
Novel hidupku suatu saat akan berakhir. Kisahnya akan habis dan riwayatnya akan usai. Tidak ada yang bisa terbaca. Pada saat itu, hidupku telah sempurna. Tidak ada lagi yang kukejar, yang kucari sudah kudapatkan, yang kuperjuangkan sudah kumenangkan. Kapan? Aku hanya bisa menjawabnya esok ketika aku sudah membaca halaman terakhir dalam novelku, dan mendapatkan kata : “tamat”.
Esok adalah harapan, cita-cita, kemungkinan, prediksi, dan PR hari ini. Esok adalah kelanjutan kisah lembar hari ini yang baru selesai kubaca, yang baru selesai kurenungkan. Esok adalah tanda tanya. Tanda tanya itu akan terjawab esok saat aku membuka halaman yang baru.
Tapi hari ini adalah nyata, ada dihadapanku, sedang kulalui, sedang ku perjuangkan.
Novel hidupku suatu saat akan berakhir. Kisahnya akan habis dan riwayatnya akan usai. Tidak ada yang bisa terbaca. Pada saat itu, hidupku telah sempurna. Tidak ada lagi yang kukejar, yang kucari sudah kudapatkan, yang kuperjuangkan sudah kumenangkan. Kapan? Aku hanya bisa menjawabnya esok ketika aku sudah membaca halaman terakhir dalam novelku, dan mendapatkan kata : “tamat”.
Friday, May 25, 2007
Tuesday, May 22, 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)
