Bila kau dengar gemericik berjatuhan
itu bukan hujan
itu rindu yang mewakili aku
menyapamu dalam setiap tetes di atas jendela.
lalu kau tanyakan lagi
"apa arti detik-detik tua yang berleleran
dekat tempat tidurku?"
ada jawaban yang tak akan kaupahami
meski harapan tak pernah sia-sia
jika kau percaya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
"Salah-salah bisa ditulis" itu sudah pernah diucapkan oleh guru Bahasa Indonesia-ku kepada guru Fisika dan Kimia (serta Kewarganegaraan kalau tidak salah) waktu ngobrol-ngobrol usai CONSARETY (program unggulan OSIS) lho.. He3.. Tapi nampaknya tidak begitu deh! Memangnya berasa salah ngomong itu? Aku saja tidak merasa ada yang salah.. Aku hanya menuliskan apa yang terjadi.. Serius deh, sama sekali tidak menangkap apa maksud Frater.. *Bingung* Yeah, tapi apapun itu, jangan kapok deh ngomong sama aku!
Frat, ada penulis Gereja Warteg yang nyasar ke blog-ku. Senang yah bisa ketemu penulis lain juga. Ho3. Alamat blog-nya nih : pascaries.blogspot.com
Post a Comment