Descartes pernah bilang "aku berpikir maka aku ada" (cogito ergo sum). Keberadaan dirinya sendiri , menurutnya terjadi karena dia berpikir dan menyangsikan segala sesuatu. Tapi, Heidegger bilang "Aku ada maka aku berpikir". Artinya, konsekuensi dari keberadaan dirinya adalah berpikir. Mau tidak mau.
Nah, entah nyambung atau tidak, aku juga berkata "amo ergo sum", aku mencintai maka aku ada.
aku memang sudah ada meski aku belum bisa mencintai. Tapi ketika aku tidak mencintai ketika aku sudah bisa melakukannya, aku seperti bangkai yang berjalan. Bau busuk. Betapa matinya dunia orang hidup ini ketika tidak ada cinta di dalamnya. Ketika aku sudah bisa mencintai, aku mencintai segala sesuatu yang tak kumengerti : hidupku, harapanku. Dan memang itulah yang membuatku ada. Bukan sekedar ada tetapi "ada".
Entahlah, aku memang baru tertarik untuk bicara tentang cinta. ah, amo ergo sum
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
Aku sih lebih setuju "Aku ada maka aku berpikir".. Soal cinta, topik itu memang sedang dan akan selalu hangat dibicarakan kog.. Tapi sebelum cinta mungkin lebih nyaman ngaku sayang dulu.. Karena lebih kompleks.. Refleksi religio-ku yang bagi Kit-Kat itu misalnya.. Pesannya enteng tapi mengena, "Bilanglah sayang pada orang yang lo sayang, sebelum terlambat dan ga sempat!"
Frat, sedang sibuk ya? Tidak ada posting-an baru...
iya,
baru selesai ujian
Post a Comment